kegiatan Posyandu Remaja Meliputi
1. Pelayanan kesehatan dasar
Pemeriksaan tinggi dan berat badan, serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA).
Pengukuran tekanan darah dan status gizi (IMT).
Pemeriksaan Hb (anemia) untuk remaja putri.
Pemeriksaan kesehatan reproduksi.
2. Edukasi dan konseling kesehatan
Edukasi: Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR), HIV/AIDS, PMS, anemia, pubertas, kesehatan mental, dan pencegahan pernikahan dini serta kehamilan remaja.
Konseling: Konseling gizi, kesehatan mental, masalah sosial, pergaulan, dan risiko penyalahgunaan NAPZA.
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE): Informasi yang disampaikan melalui berbagai cara yang menyenangkan seperti game, diskusi film, drama, lagu, atau praktik langsung, tidak hanya penyuluhan formal.
3. Kegiatan fisik dan kreatif
Olahraga bersama seperti senam, futsal, atau jalan sehat.
Lomba-lomba bertema kesehatan seperti membuat poster atau video edukatif.
Pelatihan keterampilan seperti membuat kerajinan atau digital skill.
Kegiatan kewirausahaan remaja.
4. Penguatan peran remaja
Pelatihan remaja untuk menjadi kader kesehatan remaja (KKR) atau konselor sebaya.
Forum diskusi remaja (rembuk remaja).
5. Monitoring dan evaluasi
Pencatatan dan pemantauan data kesehatan remaja secara berkala.
Evaluasi dan perbaikan kegiatan berdasarkan umpan balik. 1. Pelayanan kesehatan dasar
Pemeriksaan tinggi dan berat badan, serta pengukuran lingkar lengan atas (LILA).
Pengukuran tekanan darah dan status gizi (IMT).
Pemeriksaan Hb (anemia) untuk remaja putri.
Pemeriksaan kesehatan reproduksi.
2. Edukasi dan konseling kesehatan
Edukasi: Penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja (KRR), HIV/AIDS, PMS, anemia, pubertas, kesehatan mental, dan pencegahan pernikahan dini serta kehamilan remaja.
Konseling: Konseling gizi, kesehatan mental, masalah sosial, pergaulan, dan risiko penyalahgunaan NAPZA.
Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE): Informasi yang disampaikan melalui berbagai cara yang menyenangkan seperti game, diskusi film, drama, lagu, atau praktik langsung, tidak hanya penyuluhan formal.
3. Kegiatan fisik dan kreatif
Olahraga bersama seperti senam, futsal, atau jalan sehat.
Lomba-lomba bertema kesehatan seperti membuat poster atau video edukatif.
Pelatihan keterampilan seperti membuat kerajinan atau digital skill.
Kegiatan kewirausahaan remaja.
4. Penguatan peran remaja
Pelatihan remaja untuk menjadi kader kesehatan remaja (KKR) atau konselor sebaya.
Forum diskusi remaja (rembuk remaja).
5. Monitoring dan evaluasi
Pencatatan dan pemantauan data kesehatan remaja secara berkala.
Evaluasi dan perbaikan kegiatan berdasarkan umpan balik.